Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Sipil-Militer sebagai Fondasi Stabilitas Nasional
SOALRAKYAT.COM, BOGOR – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya penguatan kerja sama antara sipil dan militer sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Eksekutif bagi Personel TNI di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara Kementerian Pertahanan RI, Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).
Menurut Bima, dinamika global yang ditandai dengan rivalitas kekuatan besar, krisis ekonomi dan energi, serta meningkatnya ancaman nontradisional menuntut adanya penguatan sinergi antara unsur sipil dan militer.
“Sipil dan militer harus bekerja sebagai satu ekosistem, bukan dua kutub yang saling berhadapan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa stabilitas merupakan prasyarat utama bagi keberlangsungan pembangunan dan peningkatan daya saing bangsa. Tanpa stabilitas, berbagai aspek strategis negara berpotensi terganggu, mulai dari menurunnya investasi hingga meningkatnya potensi konflik.
Lebih lanjut, Bima memaparkan sejumlah strategi penguatan kerja sama sipil dan militer, di antaranya kejelasan peran dan batas kewenangan, penguatan sistem peringatan dini, perencanaan dan koordinasi terpadu, peningkatan kapasitas, serta pengawasan sipil yang akuntabel.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan, komunikasi yang intensif, kepemimpinan inklusif, serta kesamaan visi lintas sektor dalam menjaga stabilitas nasional.
“Demokrasi itu supremasi sipil, tetapi kita tetap membutuhkan kepemimpinan yang efektif,” ujarnya.
Bima menegaskan, sinergi sipil-militer yang ideal adalah yang mampu menghadirkan kekuatan negara yang efektif, demokratis, responsif, dan akuntabel.
Dengan demikian, kerja sama tersebut tidak hanya berperan menjaga stabilitas, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional secara berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
