Infrastruktur Dominasi Musrenbang Kecamatan Halong, 98 Usulan Dibahas

 

Suasana Musrenbang Kecamatan Halong dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Balangan Tahun 2027 di Aula Kantor Kecamatan Halong, Kamis (29/1/2026).

Soalrakyat.com, BALANGAN - Isu pembangunan infrastruktur mendominasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Halong yang membahas 98 usulan pembangunan dari seluruh desa di wilayah tersebut.

Musrenbang Kecamatan Halong digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Balangan Tahun 2027, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Halong, Kamis (29/1/2026).

Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bapperida Kabupaten Balangan, Nanang As’ari, mengatakan seluruh usulan desa akan melalui tahapan verifikasi dan sinkronisasi dengan dokumen perencanaan daerah.

“Usulan akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta prioritas pembangunan Kabupaten Balangan agar program yang dihasilkan lebih terarah, terukur, dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Seksi Pembangunan Kecamatan Halong, Samsul Arifit, menegaskan Musrenbang kecamatan merupakan forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi desa dengan arah pembangunan kabupaten.

“Forum ini memastikan perencanaan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat, bersifat aspiratif dan partisipatif, serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.

Salah satu aspirasi disampaikan Kepala Desa Uren, Moses Situmorang, yang mengusulkan empat program prioritas. Program tersebut meliputi pengembangan sektor peternakan, peningkatan infrastruktur jalan, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU).

Menurutnya, kondisi jalan di Desa Uren yang merupakan jalur nasional penghubung Kalimantan Selatan–Kalimantan Timur cukup padat, namun masih minim penerangan dan memerlukan peningkatan kualitas badan jalan.

“Jalan ini sangat ramai dilalui kendaraan, tetapi penerangan dan kondisi jalan masih terbatas. Ini perlu perhatian serius demi keselamatan pengguna jalan,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh usulan tersebut dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2027 guna mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas lintas wilayah. (Shalokalindonesia.com/Risni)