Mendikdasmen Resmikan 26 Kelas Darurat di Sumbar, Pulihkan Pembelajaran Pascabanjir
SOALRAKYAT.COM, PADANG PARIAMAN - Suasana hangat menyambut kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di SD Negeri 5 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Lantunan lagu Rukun Sama Teman yang dinyanyikan para murid menjadi pembuka kunjungan sekaligus momen peresmian 26 Ruang Kelas Darurat (RKD) di Provinsi Sumatra Barat.
Pembangunan RKD ini merupakan respons cepat pemerintah pascabencana banjir yang melanda Sumatra Barat pada akhir November 2025. Sebanyak 26 ruang kelas darurat berhasil dibangun dengan total anggaran mencapai Rp1,3 miliar, guna memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa upaya pemulihan pendidikan tidak berhenti pada pembangunan kelas darurat. Pada 2026, Kemendikdasmen juga mengalokasikan program revitalisasi terhadap 322 satuan pendidikan yang terdampak bencana.
“Dari total tersebut, sebanyak 301 sekolah akan dibangun melalui skema swakelola dan 21 lainnya bekerja sama dengan TNI AD,” ujar Mu’ti di Padang Pariaman, Jumat (17/4).
Ia merinci, ratusan satuan pendidikan tersebut terdiri dari 84 PAUD, 169 SD, 35 SMP, 26 SMA, 4 SMK, dan 4 SLB. Hingga saat ini, realisasi pembangunan tahap pertama telah mencapai 70 persen dengan nilai anggaran Rp167,53 miliar.
“Revitalisasi ini penting untuk memastikan seluruh kegiatan belajar mengajar di Sumatra Barat kembali berjalan dengan baik,” tambahnya.
Mu’ti juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, hingga masyarakat yang turut mendukung percepatan pemulihan layanan pendidikan. Ia turut memuji semangat belajar para siswa SDN 5 Batang Anai yang telah memanfaatkan RKD dan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) untuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Kepada seluruh murid, teruslah belajar dengan giat dan penuh semangat. RKD ini hanya sementara, nanti sekolah kalian akan dibangun kembali agar proses belajar lebih nyaman,” pesannya.
Murid Kembali Tersenyum
Kehadiran ruang kelas darurat membawa kebahagiaan tersendiri bagi para siswa. Mutia, siswi kelas VI, mengaku senang bisa kembali belajar di ruang kelas setelah sebelumnya harus belajar di tenda darurat.
“Sekarang kami bisa belajar dengan meja, kursi, dan papan tulis lagi. Kami sangat senang, semoga sekolah kami segera dibangun kembali,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Fahira Romadona Putri, siswa kelas V, yang juga menerima bantuan perlengkapan sekolah. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan.
“Terima kasih Pak Presiden Prabowo Subianto dan Pak Menteri Abdul Mu’ti, sekarang kami bisa belajar di kelas lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SDN 5 Batang Anai, Gusniarti, mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan lima RKD di sekolahnya. Ia menjelaskan bahwa banjir sebelumnya telah merusak hampir seluruh bangunan sekolah, menyisakan hanya satu ruang perpustakaan.
“Pengerjaan RKD ini selesai dalam waktu 10 hari. Dengan adanya ruang kelas ini, siswa kami bisa kembali belajar dengan nyaman. Semoga layanan pendidikan segera pulih sepenuhnya,” tuturnya.
Dari total 26 RKD yang dibangun di Sumatra Barat, sebanyak 21 unit berada di Kabupaten Agam dan lima unit di Kabupaten Padang Pariaman. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi sementara sekaligus langkah awal pemulihan pendidikan pascabencana di wilayah tersebut.