Menag Dorong Ekoteologi Masuk Kurikulum PTK, Perkuat Peran Kampus Hadapi Krisis Lingkungan

 

SOALRAKYAT.COM, TULUNGAUNG - Di tengah meningkatnya kerusakan lingkungan beserta dampaknya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) untuk mengintegrasikan ekoteologi dalam kurikulum sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang berdampak.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Implementasi Ekoteologi dan Literasi Al-Qur’an dalam Ekosistem Pendidikan Tinggi Islam Berdampak di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Kamis (16/4/2026).

“Ekoteologi harus diimplementasikan secara nyata, tidak berhenti pada tataran konsep. Ini harus masuk dalam kurikulum, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat,” ujar Nasaruddin Umar.

Menurutnya, kampus Islam memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman, khususnya terkait isu lingkungan dan krisis moral. Peran tersebut tidak hanya terbatas pada ranah akademik, tetapi juga dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Menag menegaskan, literasi Al-Qur’an menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an diyakini mampu melahirkan insan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

“Al-Qur’an harus menjadi sumber inspirasi dalam membangun peradaban, termasuk dalam merespons persoalan lingkungan hidup,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat transformasi nilai yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, pendidikan tinggi Islam diharapkan dapat melahirkan lulusan yang kompeten sekaligus berakhlak mulia.

NASIONAL

EKONOMI BISNIS