Disdik Palangka Raya Tetapkan Pengaturan Pembelajaran Selama Bulan Ramadan

 

SOALKALSEL.COM, PALANGKA RAYA - Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Jayani, menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan pengaturan pembelajaran selama bulan Ramadan bagi satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Palangka Raya.

Menurut Jayani, kebijakan ini disusun sebagai tindak lanjut hasil rapat bersama kementerian terkait dan menyesuaikan kalender pendidikan yang berlaku. Tujuannya agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif sambil tetap memperhatikan kondisi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.

“Adanya pengaturan ini bertujuan agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif selama Ramadan, dengan tetap memperhatikan kondisi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa,” ujar Jayani, Senin (16/2/2026).

Lebih rinci, mulai 18 hingga 21 Februari 2026, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari satuan pendidikan.

Sekolah wajib menyiapkan jurnal 7 Kegiatan Amal Ibadah Harian (KAIH) atau bentuk lain sebagai instrumen pemantauan, dan peserta didik diminta menyampaikan hasil kegiatan tersebut untuk dievaluasi oleh guru.

Selanjutnya, mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan di satuan pendidikan dengan sejumlah penyesuaian, termasuk jam masuk pukul 07.30 WIB dan pengurangan durasi setiap jam pelajaran.

Selama Ramadan, apel pagi dan aktivitas fisik berat ditiadakan sementara, sedangkan pembelajaran budi pekerti diperkuat melalui tadarus, pesantren kilat, kajian keislaman, maupun bimbingan rohani sesuai agama masing-masing.

Periode 16 hingga 27 Maret 2026 ditetapkan sebagai libur akhir puasa dan Hari Raya Idulfitri, sebelum kegiatan pembelajaran kembali normal pada 30 Maret 2026.

Jayani menambahkan, apabila terdapat perubahan kebijakan dari kementerian terkait mengenai pembelajaran di bulan Ramadan, surat edaran akan disesuaikan kembali. (MC Palangka Raya)

NASIONAL

EKONOMI BISNIS