Puasa Ramadan Tingkatkan Kesehatan dan Kedekatan Spiritual Umat Islam

 

SOALRAKYAT.COM - Menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menuntut kesiapan fisik.

Para tenaga kesehatan mengingatkan masyarakat agar memahami kebutuhan tubuh selama berpuasa agar tetap bugar, produktif, dan terhindar dari gangguan kesehatan.

Menurut pedoman dari World Health Organization dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, puasa pada orang sehat umumnya aman, bahkan dapat memberi manfaat metabolik bila dilakukan dengan pola makan yang tepat.

Manfaat Puasa bagi Tubuh

Dokter gizi menyebutkan puasa membantu tubuh melakukan proses detoksifikasi alami. Saat tidak ada asupan makanan selama beberapa jam, tubuh menggunakan cadangan energi dan memperbaiki sel.

Beberapa manfaat yang sering ditemukan:

  • Menstabilkan kadar gula darah

  • Meningkatkan sensitivitas insulin

  • Membantu pengendalian berat badan

  • Memperbaiki sistem pencernaan

  • Menurunkan peradangan ringan

Namun manfaat tersebut hanya terjadi jika pola makan saat sahur dan berbuka tidak berlebihan.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Puasa bisa menimbulkan keluhan bila dilakukan tanpa persiapan nutrisi yang baik, di antaranya:

1. Dehidrasi
Kurang minum membuat tubuh lemas, pusing, bahkan dapat memicu sakit kepala.

2. Asam Lambung Naik
Berbuka dengan gorengan dan makanan pedas langsung dapat mengiritasi lambung.

3. Hipoglikemia (gula darah rendah)
Terjadi jika sahur hanya minum teh manis tanpa makanan bergizi.

4. Sembelit
Kurang serat dan cairan menyebabkan gangguan pencernaan selama Ramadan.

Tips Sehat Puasa Seharian

Saat Sahur

  • Pilih karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum)

  • Konsumsi protein (telur, ikan, tempe)

  • Perbanyak sayur dan buah

  • Minum minimal 2–3 gelas air

  • Hindari kopi berlebihan (memicu cepat haus)

Saat Berbuka

Urutan yang dianjurkan:

  1. Air putih

  2. Kurma atau buah

  3. Salat magrib

  4. Makan utama secukupnya

Hindari:

  • Makan berlebihan

  • Minuman bersoda

  • Gorengan berlebihan

Malam Hari

Gunakan pola 2–4–2:

  • 2 gelas saat berbuka

  • 4 gelas malam

  • 2 gelas saat sahur

Siapa yang Harus Berhati-hati?

Kelompok berikut dianjurkan konsultasi dokter sebelum puasa:

  • Penderita diabetes tidak terkontrol

  • Penyakit ginjal kronis

  • Tukak lambung berat

  • Ibu hamil berisiko tinggi

  • Lansia dengan penyakit kronis

Olahraga Saat Puasa

Olahraga tetap boleh dilakukan, tetapi waktunya diatur:

  • 30 menit sebelum berbuka (ringan)

  • Setelah tarawih (sedang)

  • Hindari siang hari terik

Jenis olahraga dianjurkan:

  • Jalan kaki

  • Sepeda santai

  • Peregangan

  • Yoga ringan

Kesimpulan

Puasa seharian aman dan bermanfaat bagi tubuh selama dijalankan dengan pola makan seimbang, hidrasi cukup, dan aktivitas fisik terkontrol. Kunci utamanya bukan banyaknya makanan saat berbuka, melainkan kualitas nutrisi sepanjang Ramadan.

Tenaga kesehatan mengingatkan: “Puasa bukan balas dendam makan, tetapi manajemen energi.”

NASIONAL

EKONOMI BISNIS