Kemendikdasmen Luncurkan Aksi Ilmuwan Cilik 2026, Dorong Anak PAUD Jadi Inventor Sejak Dini
SOALRAKYAT.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) resmi melakukan kick off pendaftaran program “Aksi Ilmuwan Cilik (AIC) Tahun 2026” dalam rangka menyemarakkan Bulan Pendidikan dan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Program tersebut diharapkan menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat penemu atau inventor sejak usia dini melalui pembelajaran sains yang menyenangkan dan kreatif.
Webinar sosialisasi AIC 2026 yang disiarkan melalui kanal YouTube PAUDPEDIA diikuti sekitar 11.600 penonton dan menghadirkan Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD, Harris Iskandar sebagai keynote speaker.
Dalam arahannya, Harris menegaskan pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia berkualitas. Menurutnya, anak-anak harus ditempatkan sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran.
“Pendidikan bukan sekadar transfer informasi, tetapi bagaimana kita memantik rasa ingin tahu anak. Melalui Aksi Ilmuwan Cilik, kita ingin menumbuhkan inisiatif anak dalam memecahkan masalah sederhana di lingkungan mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, AIC 2026 merupakan implementasi konsep Pembelajaran Mendalam yang menekankan proses belajar berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Anak-anak didorong untuk aktif bereksplorasi melalui pengalaman belajar kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Program ini juga menjadi ruang apresiasi bagi para pendidik PAUD untuk menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis STEAM atau Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics.
Harris menilai penguatan literasi sains sejak dini penting untuk membentuk generasi inovatif yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa di masa mendatang.
“Momentum Hardiknas ini harus menjadi penggerak bagi seluruh satuan PAUD untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan memperkenalkan konsep sains yang menyenangkan, kita sedang menyiapkan generasi kreatif yang mampu mencari solusi,” tambahnya.
Sementara itu, Widyaprada Ahli Madya Direktorat PAUD, Mareta Wahyuni menjelaskan penilaian AIC tahun ini lebih menitikberatkan pada proses berpikir dan cara anak menemukan solusi, bukan sekadar hasil akhir eksperimen.
Narasumber lainnya dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Widia Winata menambahkan stimulasi kognitif anak dapat dilakukan melalui eksperimen sederhana seperti mencampur warna, mengamati pertumbuhan tanaman, hingga bermain dengan sifat air.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta dari daerah terpencil juga menanyakan penerapan STEAM dengan keterbatasan alat dan bahan. Menanggapi hal tersebut, Direktorat PAUD menegaskan konsep “Ilmuwan Cilik” lebih mengedepankan pemanfaatan bahan-bahan sederhana di sekitar lingkungan anak atau lost parts tanpa harus menggunakan alat laboratorium mahal.
Pendaftaran Aksi Ilmuwan Cilik 2026 dibuka mulai 1 hingga 22 Mei 2026 secara daring melalui kanal resmi Direktorat PAUD Kemendikdasmen.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat memperkuat komitmen kolektif pendidik PAUD di seluruh Indonesia dalam menerapkan pembelajaran mendalam sekaligus melahirkan generasi emas Indonesia yang kreatif, inovatif, dan berkarakter.
