Wamenag Romo H.R. Muhammad Syafi'i Soroti Kondisi MIN 1 Kota Bogor, Dorong Renovasi hingga Relokasi

 

SOALRAKYAT.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo H.R. Muhammad Syafi'i, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi MIN 1 Kota Bogor yang dinilai belum layak, baik dari sisi bangunan, lingkungan, maupun akses menuju lokasi sekolah.

Hal tersebut disampaikan Wamenag usai melakukan peninjauan langsung ke madrasah tersebut, sekaligus mengunjungi Kantor Kementerian Agama Kota Bogor dan Kantor Urusan Agama (KUA) Bogor Utara, Rabu (29/4/2026).

“Saya sangat prihatin melihat kondisi MIN 1 Kota Bogor yang bangunan, lingkungan, dan aksesnya tidak memadai,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, keterbatasan fasilitas menjadi persoalan utama. Saat ini, madrasah tersebut hanya memiliki tiga ruang kelas dengan ukuran sempit. Selain itu, ruang guru masih menyatu dengan tata usaha dalam kondisi yang serupa.

Akibat keterbatasan ruang, kegiatan belajar mengajar harus dilakukan dalam dua sesi, yakni pagi hingga siang, dan dilanjutkan siang hingga sore.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Wamenag telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menyusun langkah perbaikan.

“Saya telah instruksikan Direktur Madrasah untuk merancang penambahan tiga lokal kelas baru serta rehabilitasi total fasilitas pendukung, atau jika diperlukan dilakukan relokasi ke tempat yang lebih baik,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta Kepala Kemenag Kota Bogor untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna membuka peluang kolaborasi dalam penanganan persoalan tersebut.

Wamenag menekankan pentingnya penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang layak sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan publik.

“Kita ingin memastikan anak-anak kita dididik di tempat yang membanggakan dan memiliki suasana yang mendukung psikologi belajar mereka. Pemerintah berkomitmen penuh untuk hadir memperbaiki keadaan ini,” ujarnya.

Tak hanya di sektor pendidikan, Wamenag juga memastikan bahwa rehabilitasi gedung KUA Bogor Utara akan segera dimulai pada Mei 2026.

“Kita ingin kantor layanan kita benar-benar representatif bagi masyarakat. Rencana perbaikan sudah matang, dan tim dari pusat sudah mengatensi agar pelaksanaan dimulai bulan depan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga memberikan dukungan kepada Kepala Kantor Kemenag Kota Bogor yang baru, Afan Rangkuti, agar mampu memimpin perubahan dengan cepat dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan.

Ia optimistis, melalui sinergi lintas instansi, perbaikan fasilitas pendidikan dan layanan keagamaan di Kota Bogor dapat segera terwujud.

“Saya percaya di bawah kepemimpinan yang baru, langkah-langkah perbaikan ini akan berjalan lancar. Fokus kita adalah bekerja dan menunjukkan hasil nyata demi kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya.

NASIONAL

EKONOMI BISNIS