Pemprov Kalbar Perkuat Imunisasi, Kejar Ketertinggalan Cakupan Anak
SOALRAKYAT.COM, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) memperkuat upaya peningkatan cakupan imunisasi anak melalui kolaborasi lintas sektor dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Pertemuan Peran Strategis Pemerintah Daerah dan Stakeholder dalam Memperkuat Program Imunisasi Rutin” yang digelar di Pontianak, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini melibatkan Kementerian Kesehatan RI, US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Indonesia, serta Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI).
Asisten I Setda Provinsi Kalbar, Y. Anthonius Rawing, yang mewakili Gubernur Kalbar, menegaskan bahwa rendahnya cakupan imunisasi menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Diperlukan inovasi lapangan dan strategi terintegrasi lintas sektor untuk mengejar target imunisasi, demi menjamin hak kesehatan anak,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalbar, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bayi di bawah satu tahun pada 2025 baru mencapai 55,9 persen, masih jauh dari target nasional sebesar 80 persen. Kondisi ini meningkatkan risiko munculnya Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) seperti campak, difteri, pertusis, hingga polio.
Selain itu, Kalbar juga masuk dalam 10 besar provinsi dengan jumlah anak zero-dose tertinggi di Indonesia, yakni sekitar 99.000 anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.
Sebagai langkah percepatan, Pemprov Kalbar bersama instansi terkait melaksanakan program imunisasi kejar (catch-up) di 670 posyandu pada tiga wilayah pilot project, yakni Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Kubu Raya.
Dukungan juga datang dari CDC Indonesia. Direktur CDC Indonesia, dr. Rebecca Merrill, menyebut tantangan di lapangan meliputi kendala logistik, kondisi geografis, serta masih adanya keraguan masyarakat akibat misinformasi.
“Pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi,” ujarnya.
Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan program di lapangan, Pemprov Kalbar optimistis mampu meningkatkan cakupan imunisasi dan memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal.
Upaya ini diharapkan dapat mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) serta mewujudkan generasi Kalimantan Barat yang sehat dan berkualitas di masa depan.
