Menkeu Purbaya Pimpin Sidang Debottlenecking Bahas Hambatan Perizinan Investasi
SOALRAKYAT.COM, JAKARTA - Purbaya Yudhi Sadewa memimpin Sidang Debottlenecking ke-5 yang digelar di kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (13/3).
Sidang tersebut membahas sejumlah persoalan perizinan serta hambatan investasi yang dihadapi pelaku usaha di berbagai sektor.
Pada agenda pertama, sidang membahas permasalahan perizinan impor bahan peledak berupa ammonium nitrat oleh PT Samator Indogas Tbk. Bahan tersebut digunakan sebagai komponen dalam produksi gas N2O atau gas bius yang dimanfaatkan untuk kebutuhan medis.
Agenda kedua membahas aduan terkait proses pengurusan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI melalui Sistem Informasi Industri Nasional.
Terdapat tiga perusahaan yang menyampaikan pengaduan dalam agenda ini, yaitu PT Nakshatra Exim International, PT Eleganza Tile Indonesia, dan PT Kairos Indah Sejahtera.
Sementara pada agenda ketiga, sidang membahas pengaduan dari PT Galang Bumi Industri terkait penerbitan Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (RKKPR) yang belum terealisasi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Rekomendasi tersebut diperlukan untuk mendukung proyek Proyek Strategis Nasional di Batam serta mendorong realisasi investasi di kawasan tersebut.
Melalui sidang debottlenecking ini, pemerintah berupaya mencari solusi untuk mempercepat penyelesaian berbagai hambatan administratif agar kegiatan investasi dan industri dapat berjalan lebih optimal.
