Gebrakan Perdana Lazismu Ami Abdullah: Khitan 38 Anak Gratis, Bakti Kesehatan Diserbu Warga

 




SOALRAKYAT.COM, BANJARMASIN,– Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Ami Abdullah menggelar perdana kegiatan sosial berupa khitanan massal dan bakti kesehatan gratis di halaman Kantor Lazismu Ami Abdullah, Kompleks Masjid Muhammadiyah Ami Abdullah, Jalan A. Yani Km 8, Banjarmasin, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal Lazismu Ami Abdullah dalam memperluas manfaat zakat, infak dan sedekah kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan.

Ketua Lazismu Ami Abdullah, Muhammad Iqbal, mengatakan kegiatan bakti kesehatan gratis tersebut terlaksana berkat kolaborasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin serta dukungan sejumlah pihak.

“Total anak yang mengikuti khitanan massal sebanyak 38 peserta. Sementara yang mendaftar untuk pemeriksaan kesehatan juga lumayan banyak dan semuanya kita gratiskan,” ujar Muhammad Iqbal.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut sengaja menyasar masyarakat dengan kondisi ekonomi kurang mampu. Sebab, biaya khitanan yang harus dikeluarkan keluarga tidak sedikit dan dapat menjadi beban bagi sebagian masyarakat.

“Kita melihat biaya khitanan sekitar Rp2 juta. Karena itu, Lazismu Ami Abdullah hadir untuk mengatasi dan mencarikan solusi bersama melalui khitanan massal secara gratis,” jelasnya.

Iqbal menegaskan, meskipun Lazismu Ami Abdullah baru terbentuk, semangat untuk memberikan kemaslahatan bagi umat menjadi salah satu alasan kuat digelarnya kegiatan tersebut.

“Walaupun baru dibentuk, karena dorongan untuk kemaslahatan umat, kita bisa menggelar kegiatan ini dengan dukungan para sponsor dan pihak lainnya,” katanya.

Ia berharap Lazismu Ami Abdullah ke depan tidak hanya menjalankan kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi mampu menghadirkan program-program produktif dan berkelanjutan.

“Semoga Lazismu bukan sekadar seremonial, tetapi menghasilkan nilai-nilai produktif, menjadikan mustahik menjadi muzaki,” harapnya.

Sementara itu, Perwakilan Badan Pengurus Lazismu Banjarmasin, H. Lutfi Rahman, SH, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, khitanan massal dan bakti kesehatan gratis merupakan bagian dari upaya menjalankan enam pilar utama Lazismu, sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian sosial Muhammadiyah kepada masyarakat.

“Khitanan massal ini selain untuk ibadah, juga sebagai upaya menjalankan sunah Nabi,” terangnya.

Lutfi juga mengapresiasi Lazismu Ami Abdullah yang meski baru sekitar satu bulan mendapatkan Surat Keputusan (SK), namun sudah mampu melaksanakan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kita sangat mendukung. Program khitanan massal dan bakti kesehatan gratis ini bisa dilaksanakan lagi. Kalau perlu, dibuat menjadi program kerja ke depannya,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara Lazismu, tenaga kesehatan, para donatur, sponsor dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.

Terpisah, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banjarmasin 11, Drs. H. M. Natsir Barjad, turut mengapresiasi kegiatan perdana yang digelar Lazismu Ami Abdullah tersebut.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti khitanan massal dan pelayanan kesehatan gratis merupakan bentuk nyata kehadiran Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Ia menilai, keberadaan lembaga amil zakat tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan dan penyaluran dana umat, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Mudah-mudahan ke depan program Lazismu Ami Abdullah semakin berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak warga,” ujarnya.

Pelaksanaan khitanan massal dan bakti kesehatan gratis tersebut pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain membantu meringankan beban keluarga, kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Lazismu Ami Abdullah berharap kegiatan perdana ini menjadi awal dari lahirnya berbagai program pemberdayaan umat yang berkelanjutan, sehingga dana zakat, infak dan sedekah benar-benar mampu memberikan dampak nyata serta mendorong masyarakat penerima manfaat untuk perlahan menjadi lebih mandiri. (nanang)

NASIONAL

EKONOMI BISNIS