Bimbel Ulwan Rayakan HUT ke-12 dengan Cara Berbeda, Belajar dan Bermain jadi Satu

 



SOALRAKYAT.COM, BANJARBARU- Memasuki usia ke-12, Bimbingan Belajar (Bimbel) Ulwan menghadirkan perayaan yang berbeda. Tak hanya menjadi ajang syukuran, HUT ke-12 Bimbel Ulwan dikemas melalui kegiatan Generasi Gemilang (GG) Day dengan mengusung tema “Play Hard, Learn Hard” di Mess L Banjarbaru, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan berlangsung semarak dengan melibatkan puluhan siswa bersama orang tua. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai kelas 3 SD hingga kelas 11 SMA.

Sejak awal kegiatan, suasana penuh keceriaan terlihat dari antusiasme peserta mengikuti berbagai permainan dan aktivitas yang telah disiapkan panitia.

Ketua Pelaksana GG Day, Dita, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pengalaman perdana bagi Bimbel Ulwan dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya melibatkan internal lembaga, tetapi juga seluruh keluarga besar Ulwan.

“Ini pertama kalinya Bimbel Ulwan mengadakan kegiatan ini. Tidak hanya dari internal karyawan Ulwan, tetapi kami juga merangkul semua orang tua dan murid yang belajar di Bimbel Ulwan,” ujarnya.

Dita menjelaskan, sekitar 32 anak bersama orang tua ikut ambil bagian dalam GG Day.

 Menariknya, kegiatan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga dikombinasikan dengan permainan yang dirancang untuk menggali potensi lain dari setiap peserta.

“Kegiatan ini juga dibalut dengan permainan yang bertujuan untuk melihat sejauh mana kemampuan anak yang berbeda-beda. Ada anak yang menguasai pembelajaran dan ada juga yang menguasai permainan. Artinya, kami ingin menyeimbangkan otak kanan dan kiri,” jelasnya.

Menurut Dita, konsep tersebut sengaja dihadirkan agar anak-anak mendapatkan pengalaman bahwa proses belajar tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang kaku dan monoton.

Melalui permainan, anak-anak juga diajak untuk membangun kerja sama, keberanian, komunikasi, kreativitas, hingga kemampuan memecahkan masalah.

Sementara itu, Owner Bimbingan Belajar Ulwan, Ummi Sisnawartini, mengatakan HUT ke-12 menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Ulwan.

 Menurutnya, perjalanan selama 12 tahun bukan hanya tentang usia lembaga, tetapi juga tentang perjalanan bersama para siswa, orang tua, guru, dan seluruh tim yang selama ini menjadi bagian dari Bimbel Ulwan.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa sampai di usia ke-12. Bagi kami, ini bukan hanya sekadar perayaan ulang tahun, tetapi menjadi momentum untuk bersyukur dan berkumpul bersama seluruh keluarga besar Ulwan,” tuturnya.

Ummi menilai, pendidikan tidak cukup hanya dengan mengejar nilai akademik. Anak-anak juga perlu mendapatkan ruang untuk bermain, berinteraksi, berkomunikasi, mencoba hal baru, serta belajar mengenali kemampuan dirinya sendiri.

“Karena itu kami memilih tema Play Hard, Learn Hard. Kami ingin anak-anak memahami bahwa belajar itu penting, tetapi bermain juga merupakan bagian dari proses tumbuh dan berkembang. Dari bermain, mereka bisa belajar bekerja sama, berani mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan mengenali kelebihan maupun kekurangan dirinya,” katanya.

Ia berharap GG Day dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi para peserta. Menurutnya, momen kebersamaan seperti ini juga penting untuk mempererat hubungan antara Bimbel Ulwan dengan orang tua dan siswa.

“Kami ingin orang tua juga melihat bahwa proses pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru atau lembaga pendidikan. Orang tua memiliki peran yang sangat besar. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi dan kebersamaan yang lebih kuat antara Ulwan, siswa, dan orang tua,” ungkapnya.

Ummi juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga pendekatan pendidikan pun tidak bisa disamaratakan.

“Setiap anak itu istimewa. Ada yang kuat secara akademik, ada yang memiliki kemampuan komunikasi yang bagus, ada yang kreatif, ada yang memiliki jiwa kepemimpinan, dan ada juga yang sangat baik dalam bekerja sama. Semua itu adalah potensi yang harus kita dukung,” ujarnya.

Ia menegaskan, Bimbel Ulwan tidak ingin hanya menjadi tempat siswa datang untuk belajar dan mengerjakan soal. Lebih dari itu, Ulwan ingin menjadi ruang yang mampu membantu anak berkembang sesuai potensinya.

“Harapan kami, Ulwan bukan hanya dikenal sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi tempat anak-anak merasa nyaman untuk berkembang. Mereka bisa belajar dengan serius, tetapi tetap merasa bahagia. Mereka bisa mengejar prestasi, tetapi tetap menikmati prosesnya,” katanya.

Memasuki usia ke-12, Ummi berharap Bimbel Ulwan dapat terus memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan, khususnya dalam mendampingi generasi muda menghadapi tantangan zaman.

Ia juga berharap hubungan antara Ulwan dan keluarga besar siswa semakin erat sehingga proses pendidikan dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Ke depan tentu kami ingin terus berkembang, bukan hanya dari sisi lembaganya, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan pendampingan kepada anak-anak. Kami ingin terus belajar dan berinovasi agar bisa memberikan yang terbaik untuk siswa dan orang tua,” pungkasnya.

GG Day pun menjadi gambaran semangat baru Bimbel Ulwan di usia ke-12. Perayaan dikemas bukan sekadar meriah, tetapi sarat dengan pesan bahwa pendidikan dapat berlangsung melalui berbagai cara.

Dengan semangat “Play Hard, Learn Hard”, Bimbel Ulwan ingin menanamkan bahwa belajar dan bermain bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan untuk membentuk anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga percaya diri, kreatif, mampu bekerja sama, dan siap menghadapi masa depan.

Dua belas tahun perjalanan menjadi pijakan. GG Day menjadi langkah untuk terus melahirkan generasi gemilang. (Nanang)


NASIONAL

EKONOMI BISNIS