Tak Gentar Hadapi Longsor, Petugas PLN Nusa Daya asal Kalsel Kembalikan Terang untuk Warga Aceh

 



SOALRAKYAT.COM, BANJARBARU-  Semangat pengabdian tidak mengenal batas. Hal itulah yang ditunjukkan Sukma Kelana Putra, petugas Pelayanan Teknik (Yantek) PLN Nusa Daya asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, saat menjalankan misi kemanusiaan memulihkan jaringan listrik pascabanjir bandang yang melanda Aceh Tengah pada awal Januari 2026.

Bersama tim gabungan PLN, Sukma menghabiskan sekitar dua pekan di wilayah terdampak bencana untuk memperbaiki jaringan kelistrikan yang rusak akibat banjir dan tanah longsor.

 Meski harus menghadapi medan berat, akses jalan yang terputus, hingga ancaman longsor susulan, semangat tim tak pernah surut demi mengembalikan listrik bagi masyarakat.

Perjalanan menuju lokasi bencana pun tidak sederhana. Dari Banjarmasin, Sukma harus menempuh penerbangan menuju Jakarta, dilanjutkan ke Medan, sebelum akhirnya tiba di Bandara Rembele, Aceh Tengah.

Setibanya di lokasi, kondisi yang ditemuinya jauh lebih parah dari yang dibayangkan. Jalan raya terputus, jembatan ambruk, rumah-rumah warga mengalami kerusakan, dan sejumlah titik masih rawan longsor.

"Ketika tiba di Aceh, kami langsung melihat dampak bencana yang begitu besar. Banyak infrastruktur rusak dan aktivitas masyarakat lumpuh karena tidak adanya listrik," ujar Sukma.

Di wilayah Bener Meriah, kerusakan jaringan listrik terjadi hampir di berbagai titik. Banyak tiang listrik roboh akibat longsor dan tertimpa pohon besar, sementara akses menuju lokasi perbaikan sulit dilalui kendaraan maupun alat berat.

Situasi tersebut membuat proses pemulihan harus dilakukan secara manual. Bersama rekan-rekannya, Sukma bergotong royong memikul tiang listrik melewati jalur berbukit sebelum memasangnya tanpa bantuan crane.

Menurut Sukma, keinginan terbesar warga saat itu hanyalah agar listrik dapat segera kembali menyala sehingga aktivitas sehari-hari bisa kembali berjalan.

"Harapan masyarakat sederhana, mereka ingin listrik segera pulih. Selama padam, mereka hanya mengandalkan lilin sebagai penerangan dan kayu bakar untuk memasak," katanya.

Setelah melalui berbagai tantangan, kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil. Aliran listrik kembali normal dan kehidupan masyarakat mulai berangsur pulih.

"Alhamdulillah, saat listrik kembali menyala, suasana kampung kembali hidup. Pengeras suara masjid kembali digunakan dan aktivitas warga mulai berjalan seperti biasa," ungkapnya.

Bagi Sukma dan seluruh tim PLN, tugas memulihkan jaringan listrik bukan hanya pekerjaan teknis, melainkan bagian dari misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat bangkit setelah diterpa bencana.

Kisah perjuangan ini menjadi bukti nyata dedikasi insan PLN Nusa Daya yang selalu hadir di tengah masyarakat, bahkan di lokasi bencana sekalipun. Dengan semangat kebersamaan, mereka rela menghadapi berbagai risiko demi memastikan cahaya kembali hadir dan harapan masyarakat dapat tumbuh kembali setelah musibah. (Nanang)

NASIONAL

EKONOMI BISNIS