Satpol PP Palangka Raya Tertibkan Badut dan Anak Jalanan di Persimpangan

 

SOALRAKYAT.COM, PALANGKA RAYA – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangka Raya menertibkan sejumlah badut dan anak jalanan yang beraktivitas di persimpangan lampu merah, Senin (4/5/2026).

Penertiban dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban umum, ketentraman masyarakat, serta perlindungan terhadap anak di ruang publik.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP setelah menerima laporan masyarakat terkait maraknya aktivitas anak jalanan di sejumlah titik, salah satunya di kawasan Jalan Garuda.

Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya, Berlianto, mengatakan penertiban dilakukan saat petugas melaksanakan patroli rutin. Dalam patroli tersebut, petugas mendapati anak punk dan sejumlah anak yang meminta uang kepada pengendara di lampu merah.

“Petugas menerima laporan terkait aktivitas anak punk di lampu merah Jalan Garuda. Saat patroli, kami langsung menindaklanjuti dengan meminta mereka untuk tidak beraktivitas di lokasi tersebut,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, aktivitas di persimpangan jalan berpotensi mengganggu ketertiban lalu lintas sekaligus membahayakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Petugas kemudian mengamankan sejumlah anak dan individu yang terjaring untuk dibawa ke Markas Komando (Mako) Satpol PP guna menjalani pembinaan awal. Selanjutnya, mereka diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Palangka Raya untuk dilakukan pendataan dan penanganan lanjutan.

“Mereka kami bawa ke Mako untuk pembinaan, kemudian diserahkan ke Dinas Sosial untuk pendataan lebih lanjut,” tegasnya.

Berlianto mengungkapkan, sebagian dari mereka mengaku beraktivitas di jalanan karena alasan ekonomi, yakni mengumpulkan uang untuk biaya kembali ke daerah asal di luar Kalimantan Tengah.

Meski demikian, pihaknya berharap melalui langkah penertiban dan pembinaan ini, para anak jalanan tidak kembali beraktivitas di persimpangan lampu merah.

Satpol PP juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung di jalan, karena dapat memicu aktivitas serupa terus berulang.

“Kami berharap setelah pembinaan, mereka tidak kembali ke jalan. Kami juga mengimbau masyarakat menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi agar penanganannya lebih tepat,” pungkasnya.

NASIONAL

EKONOMI BISNIS