Kemenag Ajak Panitia Kurban Terapkan Standar Halal dan Thayyib saat Iduladha
SOALRAKYAT.COM, JAKARTA – Hari Raya Iduladha tidak hanya menjadi momentum ibadah kurban bagi umat Islam, tetapi juga sarana edukasi halal dan thayyib dalam pengelolaan pangan hewani di tengah masyarakat.
Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, M. Fuad Nasar, mengajak seluruh panitia kurban, pengurus masjid, dan organisasi filantropi untuk memastikan proses penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai syariat Islam serta memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan.
“Setiap tahun umat Islam sebagian besar melaksanakan kurban. Semoga umat Islam juga mempraktikkan prosedur jaminan halal dan thayyib untuk konsumsi daging hewaninya,” ujar Fuad Nasar di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, pelaksanaan ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha dan hari Tasyrik harus menjadi perhatian bersama, terutama terkait prinsip halal dan thayyib dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban.
Fuad menjelaskan, penyembelihan halal tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, dan kesejahteraan hewan.
Ia mengingatkan, Surat Edaran Menteri Agama Nomor 4 Tahun 2026 tentang Panduan Ibadah dan Penyembelihan Kurban Hari Raya Iduladha telah mengatur bahwa juru sembelih harus memiliki keahlian dan memahami tata cara penyembelihan secara syar’i.
Selain itu, panitia kurban juga diimbau memperhatikan kesehatan hewan, kebersihan individu (hygiene), sanitasi lingkungan, hingga pengelolaan limbah sebelum dan sesudah penyembelihan.
“Jika pengelolaan daging hewan dilaksanakan di teras masjid atau mushalla, diimbau tetap menjaga kesucian area masjid dari najis. Ini termasuk unsur halal dan thayyib yang perlu diperhatikan,” katanya.
Fuad turut mengapresiasi panitia dan penyelenggara kurban yang selama ini telah menerapkan penyembelihan hewan secara ihsan serta menjaga higienitas lingkungan dan penanganan daging kurban.
Menurutnya, praktik tersebut merupakan bagian penting dalam penerapan nilai halal dan thayyib di masyarakat.
Ia berharap momentum Iduladha dapat menjadi sarana memperkuat literasi halal di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga standar halal dan thayyib dalam konsumsi pangan sehari-hari.
“Kurban bukan sedekah biasa. Ibadah yang dinisbahkan pada syariat Nabi Ibrahim ini sangat tepat diiringi kesadaran untuk menjaga standar halal dan thayyib dalam konsumsi pangan sepanjang waktu,” tandas Fuad Nasar.
