FBIM 2026 Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi di Palangka Raya

 

SOALRAKYAT.COM, PALANGKA RAYA – Karnaval budaya dalam rangka Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 diharapkan mampu menjadi magnet pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Kalimantan Tengah.

Perhelatan budaya terbesar di Bumi Tambun Bungai itu berlangsung meriah di kawasan Bundaran Besar Kota Palangka Raya, Minggu (17/5/2026). Ribuan warga memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan beragam atraksi seni dan budaya yang ditampilkan para peserta.

Peserta yang terdiri dari perwakilan kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah, instansi pemerintah daerah, hingga berbagai unsur terkait lainnya tampil memukau melalui mobil hias bernuansa budaya lokal serta tarian tradisional khas Dayak yang menggambarkan kehidupan masyarakat adat.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, usai mengikuti pembukaan FBIM 2026 sekaligus pelepasan karnaval budaya, menegaskan bahwa FBIM bukan sekadar ajang perlombaan seni dan budaya, melainkan momentum penting untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

Menurut Fairid, keberadaan FBIM memiliki peran strategis dalam memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas, terutama generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai warisan leluhur.

“Festival Budaya Isen Mulang menjadi wadah untuk menunjukkan kekayaan budaya daerah sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal dan dicintai generasi muda,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan FBIM yang rutin digelar setiap tahun tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Palangka Raya maupun Kalimantan Tengah secara umum.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat dan peserta dalam setiap pelaksanaan FBIM menjadi bukti bahwa budaya daerah tetap memiliki daya tarik kuat dan berpotensi besar mendukung pembangunan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Kemeriahan FBIM 2026 pun kembali menegaskan posisi festival tersebut sebagai salah satu agenda budaya unggulan Kalimantan Tengah yang tidak hanya mempererat identitas daerah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata lokal.

NASIONAL

EKONOMI BISNIS