BPSDM Kaltim Dorong Aparatur Berani Ambil Kebijakan dan Cerdas Kelola Risiko

 

SOALRAKYAT.COM, SAMARINDA – Perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat menuntut aparatur pemerintah mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika yang terus berkembang, mulai dari perkembangan teknologi digital, tuntutan pelayanan publik, hingga perubahan sosial, ekonomi, dan regulasi.

Dalam kondisi tersebut, pemimpin maupun aparatur pemerintah kerap dihadapkan pada berbagai pilihan kebijakan yang harus diambil secara cepat di tengah keterbatasan informasi dan tingginya ekspektasi masyarakat.

Karena itu, keberanian dalam mengambil kebijakan dinilai menjadi salah satu kualitas penting yang harus dimiliki setiap pemimpin dan pengambil keputusan.

“Namun keberanian saja tentu tidak cukup. Keberanian harus diiringi kemampuan berpikir strategis, memahami regulasi, memperhitungkan dampak, serta mengelola risiko secara cerdas dan terukur,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Timur, Nina Dewi saat membuka Webinar Series bertajuk Berani Mengambil Kebijakan, Cerdas Mengelola Risiko di Era Pemerintahan Modern yang digelar secara virtual, Jumat (29/5/2026).

Menurut Nina, paradigma birokrasi modern saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Aparatur pemerintah tidak lagi hanya dituntut bekerja secara administratif dan prosedural, tetapi juga harus mampu bekerja lebih lincah, kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.

Ia menegaskan, aparatur pemerintah saat ini harus mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pengambilan kebijakan.

Dalam konteks tersebut, manajemen risiko menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya, pengelolaan risiko bukan untuk membuat pengambil kebijakan takut bertindak, melainkan membantu agar lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

“Dengan pengelolaan risiko yang baik, kebijakan dapat dilaksanakan secara lebih akuntabel, efektif, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” katanya.

Melalui webinar tersebut, Nina berharap para peserta dapat memperoleh wawasan dan pembelajaran terkait pentingnya membangun budaya kerja yang berani dan inovatif namun tetap prudent, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta memperkuat kemampuan manajemen risiko di lingkungan pemerintahan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Pusat Riset Korporasi, Koperasi, dan Ekonomi Kerakyatan BRIN, Irwanda Wisnu Wardhana sebagai narasumber utama.

NASIONAL

EKONOMI BISNIS