TKA SMP Berlangsung Lancar, Siswa Antusias Jalani Ujian dengan Semangat “Jujur dan Gembira”
SOALRAKYAT.COM, JAKARTA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP yang berlangsung selama sepekan mendapat respons positif dari peserta didik di berbagai daerah. Mengusung semangat “Jujur dan Gembira”, siswa menunjukkan antusiasme tinggi, kesiapan, serta kepercayaan diri dalam mengikuti asesmen.
Antusiasme terlihat jelas di Sentani. Di SMP Negeri 1 Sentani, sebanyak 296 siswa mengikuti TKA dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen. Salah satu peserta, Gloria El A.K. Joteni, mengaku sempat gugup di awal, namun kemudian merasa lebih percaya diri saat mengerjakan soal.
“Awalnya saya sedikit gugup, tapi setelah mulai mengerjakan ternyata tidak sesulit yang dibayangkan,” ujarnya.
Pengalaman serupa dirasakan siswa di Jakarta. Arya Dwi Putra menilai TKA bukan sekadar ujian, tetapi sarana untuk mengukur kemampuan diri.
“Saya merasa senang dan lebih semangat. TKA membantu mengetahui sejauh mana kemampuan akademik saya,” katanya.
Sementara itu, Jihan menyebut soal yang diujikan relevan dengan materi pembelajaran di sekolah, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak.
Antusiasme juga terlihat di Cimahi, dengan tingkat kehadiran peserta yang mendekati 100 persen di berbagai sekolah. Pelaksanaan TKA berjalan tertib dengan dukungan proktor, teknisi, dan pengawas.
Metode ujian dilakukan secara daring, dengan penyesuaian semi-daring untuk jenjang SLB guna mengakomodasi kebutuhan peserta didik.
Salah satu siswa, Rayhan, mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat mengerjakan soal.
“Soalnya cukup mudah, asal dibaca dengan teliti,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Zafiar yang menilai soal masih selaras dengan materi sebelumnya dan waktu pengerjaan cukup memadai.
Secara umum, ketenangan, kesiapan, dan rasa percaya diri menjadi kunci keberhasilan siswa dalam mengikuti TKA. Ujian ini tidak hanya menjadi alat ukur capaian belajar, tetapi juga menghadirkan pengalaman positif yang mendorong semangat belajar.
Antusiasme siswa dari berbagai daerah menunjukkan bahwa pelaksanaan TKA dapat diterima dengan baik serta memberi dampak konstruktif bagi proses pembelajaran di Indonesia.
