Pemprov Kaltim Perkuat Ekosistem Inovasi, Dorong Peningkatan Nilai IID
SOALKALSEL.COM, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem inovasi yang terarah dan berkelanjutan. Hal ini ditandai melalui kegiatan sosialisasi strategi peningkatan nilai Indeks Inovasi Daerah (IID) yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Kalimantan Timur (BRIDA Kaltim) di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim.
Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah, menegaskan bahwa IID bukan sekadar indikator penilaian, melainkan instrumen strategis untuk mengukur kualitas inovasi yang dihasilkan perangkat daerah.
“Peningkatan nilai IID harus dimulai dari penguatan ekosistem inovasi. Tidak hanya menciptakan ide, tetapi memastikan inovasi tersebut terimplementasi, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, sosialisasi ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh perangkat daerah terkait arah kebijakan inovasi, sekaligus mendorong lahirnya program-program inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber utama Yusharto Hutoayungo dari Kementerian Dalam Negeri. Ia menjelaskan bahwa inovasi daerah memiliki landasan hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 serta Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017.
Yusharto menekankan bahwa inovasi daerah harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti mengandung unsur kebaruan, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak merugikan, serta dapat direplikasi.
“Penilaian IID dilakukan secara sistematis dan berbasis data, mulai dari tahap inisiasi, uji coba, hingga evaluasi. Karena itu, setiap inovasi harus terdokumentasi dengan baik dan memiliki dampak yang jelas,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa inovasi dapat diinisiasi oleh berbagai pihak, mulai dari kepala daerah, DPRD, aparatur sipil negara, perangkat daerah, hingga masyarakat. Replikasi inovasi dinilai penting agar praktik baik dapat diterapkan secara luas melalui kerja sama maupun fasilitasi.
Selain itu, dalam sosialisasi ini turut dibahas mekanisme pengusulan, pelaksanaan uji coba, hingga evaluasi inovasi sebagai bagian penting dalam peningkatan nilai IID. Inovasi yang berhasil akan didorong untuk dikembangkan lebih lanjut, sementara yang belum optimal akan diperbaiki.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Kaltim berharap terbangun sinergi kuat antar perangkat daerah dalam menciptakan inovasi yang tidak hanya memenuhi indikator penilaian, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ke depan, peningkatan nilai IID diharapkan mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, responsif, serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
