Bansos Harus Tepat Sasaran, Mensos Tekankan Pemutakhiran Data dan Pemberdayaan

 

SOALRAKYAT.COM, BANDAR LAMPUNG – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) harus tepat sasaran dan mampu mendorong kemandirian masyarakat. Untuk mewujudkannya, pemerintah memprioritaskan pemutakhiran data yang akurat serta penguatan program pemberdayaan sosial sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, kualitas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) harus terus diperkuat agar intervensi pemerintah benar-benar optimal dan tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Gedung Semergou, Kantor Wali Kota Bandar Lampung, Sabtu (25/4/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amrullah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi, serta Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Asroni Paslah, bersama camat, OPD, TKSK, lurah, SDM PKH, dan operator kelurahan.

“Kita mutakhirkan (DTSEN) secara bersama, SDM untuk pemutakhiran kita perkuat, terutama kolaborasi antara operator data desa dengan RT, RW, dan unsur-unsur di dalam desa maupun kelurahan. Nanti juga bekerja sama dengan pilar-pilar sosial kami, salah satunya adalah para pendamping PKH,” ujar Gus Ipul.

Ia menegaskan bahwa data yang solid merupakan fondasi utama agar kebijakan perlindungan sosial berjalan efektif.

“Pertama, datanya harus akurat agar bansosnya tepat sasaran. Kedua, bansos yang diterima masyarakat itu harus memberdayakan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa bantuan sosial tidak boleh berhenti pada penyaluran semata, melainkan harus diikuti dengan upaya pemberdayaan agar keluarga penerima manfaat dapat meningkatkan kesejahteraan dan mandiri secara ekonomi.

Gus Ipul juga mengakui bahwa penyaluran bansos masih menghadapi tantangan, terutama karena sebagian data penerima belum sepenuhnya mutakhir. Namun, pemerintah terus melakukan konsolidasi agar penyaluran bansos semakin tepat sasaran.

“Maka selama satu tahun terakhir ini, kita betul-betul melakukan konsolidasi, mengalihkan dari mereka yang tidak memenuhi kriteria kepada mereka yang memenuhi kriteria. Maka pemutakhiran dari daerah dan desa penting,” jelasnya.

Untuk mendukung pemutakhiran DTSEN, Kementerian Sosial menyiapkan dua jalur pembaruan data, yakni jalur formal dan partisipatif. Pada jalur formal, masyarakat dapat melapor melalui RT/RW untuk diajukan ke operator SIKS-NG di desa, kelurahan, atau dinas sosial, kemudian diverifikasi hingga ditetapkan kepala daerah.

Sementara pada jalur partisipatif, masyarakat dapat menyampaikan usulan melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping PKH, Command Center 021-171, maupun layanan WhatsApp 08877-171-171. Seluruh usulan tersebut selanjutnya diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik untuk diperbarui secara berkala setiap tiga bulan.

Senada dengan arahan Menteri Sosial, Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amrullah menyatakan pemerintah kota siap mendukung pembaruan DTSEN.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Menteri tadi ini menjadi catatan kami terkait masalah data, segera nanti kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga diwarnai penampilan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung yang menunjukkan hasil pembinaan program pendidikan. Berbagai penampilan seperti pidato dua bahasa, paduan suara, hingga pembacaan puisi turut memeriahkan acara.

Menutup kegiatan, Gus Ipul kembali menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam memastikan bansos tepat sasaran sekaligus mampu mendorong kemandirian masyarakat.

NASIONAL

EKONOMI BISNIS