Menag Safari Pesantren di Jawa Timur, Sosialisasikan Ditjen Pesantren dan Salurkan Bantuan
SOALRAKYAT.COM, JAWA TIMUR - Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan safari ke sejumlah pesantren di Jawa Timur. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi sekaligus sosialisasi rencana pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga menyalurkan bantuan operasional masing-masing sebesar Rp100 juta kepada Pesantren Salafiyah Pasuruan, Pesantren Sidogiri, dan Pesantren Progresif Bumi Sholawat sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan lembaga pendidikan keagamaan.
Menag Nasaruddin Umar mengatakan pemerintah terus berupaya memperkuat pembinaan pesantren agar dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan di berbagai daerah.
“Sesungguhnya kita ingin ke depan dengan adanya Ditjen Pondok Pesantren, pembinaan pondok itu akan lebih banyak dan lebih merata,” kata Nasaruddin saat berkunjung ke Pesantren Sidogiri, Jumat (6/3).
Direktur Pondok Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menjelaskan bahwa safari pesantren menjadi sarana penting bagi pemerintah untuk berdialog langsung dengan para pengelola pesantren serta memahami kebutuhan riil di lapangan.
Menurut Basnang, kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi Menteri Agama untuk melihat langsung dinamika, kebutuhan, serta kontribusi pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
“Safari pesantren sangat penting karena menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog langsung antara pemerintah dan pesantren. Melalui kunjungan ini, Menteri Agama dapat melihat secara langsung dinamika, kebutuhan, serta kontribusi nyata pesantren dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kunjungan langsung ke lingkungan pesantren juga membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang lebih kontekstual serta memperkuat posisi pesantren sebagai pusat pembinaan umat dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, kehadiran Menteri Agama di tengah lingkungan pesantren juga memberikan penguatan moral bagi para pengelola dan santri. Hal tersebut sekaligus menjadi bentuk pengakuan negara terhadap peran strategis pesantren dalam pendidikan keagamaan dan pembangunan sosial.
“Bagi pesantren, kunjungan ini menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, mempererat kemitraan dengan pemerintah, serta memperkuat kepercayaan diri pesantren bahwa kiprah mereka mendapat perhatian serius dari negara,” kata Basnang.
Ia berharap pemerintah terus memperkuat kebijakan afirmatif bagi pesantren, baik dalam penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pendidikan, maupun pengembangan kemandirian ekonomi pesantren.
“Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan berpihak pada ekosistem pesantren, pesantren akan semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memperkuat kemitraan dengan pesantren sekaligus memastikan dukungan kebijakan dan program pemerintah dapat menjangkau lembaga pendidikan keagamaan secara lebih luas di berbagai daerah.
