Air Hitam Kereng Bangkirai Diserbu Wisatawan Saat Libur Lebaran

 

SOALRAKYAT.COM, PALANGA RAYA - Palangka Raya – Pesona eksotis wisata air hitam di Kereng Bangkirai menjadi magnet utama bagi warga Kalimantan Tengah selama libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah. Destinasi unggulan di Palangka Raya tersebut mencatat lonjakan kunjungan yang signifikan dibandingkan hari biasa.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang warga yang antusias menikmati berbagai wahana wisata, terutama susur sungai menggunakan kapal hias serta sepeda air. Suasana dermaga terlihat ramai oleh pengunjung yang datang bersama keluarga memanfaatkan momen libur Lebaran.

Tak hanya didominasi warga setempat, wisatawan juga terpantau datang dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah seperti Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, hingga Kabupaten Pulang Pisau.

Di tengah padatnya kunjungan, aspek keselamatan menjadi perhatian serius pemerintah. Personel dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan terlihat bersiaga menggunakan speedboat untuk melakukan patroli di kawasan sungai. Mereka memastikan setiap kapal hias dan sepeda air tetap berada di jalur aman serta tidak melewati batas yang telah ditentukan.

Pengawasan juga dilakukan oleh petugas Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya yang berjaga di sepanjang dermaga. Dengan menggunakan teropong, petugas memantau aktivitas wisatawan, terutama pengguna sepeda air angsa, agar tidak terseret angin kencang maupun arus sungai yang dapat membahayakan keselamatan.

Kenyamanan wisata di Kereng Bangkirai tahun ini pun mendapat apresiasi dari para pengunjung. Salah satunya Sri Aulia yang datang bersama keluarga besar dan mengaku terkesan dengan penataan kawasan wisata tersebut.

“Fasilitas di wisata air hitam tahun ini jauh lebih lengkap dan tertata. Kami sengaja ke sini karena jaraknya dekat dan pemandangannya khas Kalimantan,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Untuk menikmati keindahan kawasan ini, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang. Dari dermaga, wisatawan dapat berjalan di atas titian jembatan kayu yang ikonik dengan latar rumah panggung khas Kalimantan, sekaligus menjadi spot favorit untuk berswafoto.

Bagi pengunjung yang ingin mencoba wahana air, tersedia penyewaan sepeda air angsa dengan tarif Rp50.000 untuk dua orang.

Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya, Kuncoro Adi, menilai berwisata di dalam kota menjadi pilihan cerdas bagi keluarga yang ingin menghemat waktu dan biaya perjalanan.

“Pilihlah destinasi yang ada di sekitar kita. Selain unik, aksesnya jauh lebih mudah dijangkau. Warga bisa menghemat waktu dan biaya perjalanan sehingga memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga,” kata Kuncoro.

Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisata lokal juga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Kehadiran wisatawan mendorong perputaran ekonomi pelaku UMKM dan pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan di kawasan wisata tersebut.

“Kami berharap masyarakat bisa menjadi agen promosi wisata. Dengan berkunjung ke objek wisata lokal, perputaran ekonomi daerah bergerak lebih cepat dan langsung menyentuh kesejahteraan pengelola serta pedagang,” pungkasnya.

NASIONAL

EKONOMI BISNIS