Ramadan Penuh Berkah, PLN Nusa Daya Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim
SOALRAKYAT.COM, BANJARBARU- Bulan suci Ramadan dimanfaatkan PLN Nusa Daya untuk memperkuat kepedulian sosial melalui program Nusa Daya Berbagi. Bersama PLN Group, perusahaan menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim piatu dari Yayasan Wiyata Kartika Putra dalam rangkaian kegiatan Silaturahmi Ramadan yang digelar di Ruang Intan Grand Qin Banjarbaru.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN Nusa Daya, Zulhendri, General Manager PLN UIP3B Kalimantan Riko Romadhano Budiawan, serta jajaran manajemen dan insan PLN Group di Kalimantan Selatan.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Diawali dengan silaturahmi Ramadan, para peserta mengikuti tausiyah keagamaan, berbuka puasa bersama, hingga penyerahan santunan kepada anak-anak yatim beserta pengurus Yayasan Wiyata Kartika Putra.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN Nusa Daya, Zulhendri, mengatakan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mempererat sinergi sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada masyarakat.
"Ramadan menjadi momen untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan rasa syukur. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim piatu sekaligus mempererat kolaborasi PLN Group dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Zulhendri.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan tidak hanya memiliki nilai materi, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan yang terus dijaga oleh PLN Nusa Daya sebagai bagian dari budaya perusahaan.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama merupakan salah satu wujud nyata rasa syukur yang ingin terus ditanamkan kepada seluruh insan PLN. Karena itu, kegiatan sosial seperti ini diharapkan mampu memberikan manfaat sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui program Nusa Daya Berbagi, PLN Nusa Daya berkomitmen untuk terus menghadirkan aksi sosial yang berdampak positif bagi masyarakat.
Semangat berbagi yang tumbuh di bulan Ramadan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya yang terus mengiringi pengabdian insan PLN Nusa Daya dalam melayani masyarakat dan menerangi negeri. (nanda)
