Nama Aulia Rahman Diusulkan Tangani Futsal Tanah Laut



SOALRAKYAT.COM, TANAHLAUT– Kegagalan tim futsal putra Kabupaten Tanah Laut pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), terlebih saat tampil sebagai tuan rumah, menuai kekecewaan dari berbagai kalangan.

 Aspirasi pun bermunculan, mendesak pemerintah daerah dan pengurus futsal agar segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi kepengurusan maupun teknis kepelatihan.


Salah satu perwakilan masyarakat, Syarif Hasan, menyampaikan rasa kecewanya atas hasil yang dinilai tidak mencerminkan potensi futsal Tanah Laut. 

Ia menilai pengurus futsal kurang bijak karena tidak memanfaatkan pelatih-pelatih lokal yang berpengalaman, bahkan justru melibatkan banyak pemain dari luar daerah.

“Sebagai tuan rumah, seharusnya Tanah Laut bisa berbicara banyak. Namun hasilnya justru mengecewakan. Banyak pemain luar daerah yang diturunkan dan pelatih pun bukan putra daerah, padahal di Tanah Laut sendiri banyak pelatih berkualitas,” ujarnya.

Nama Aulia Rahman, pelatih asal Tanah Laut yang dikenal luas di dunia futsal regional, disebut sebagai figur yang paling layak diberi kepercayaan. 

Ia dinilai memiliki rekam jejak panjang dalam membawa nama Tanah Laut berprestasi di berbagai turnamen, baik di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga ke Pulau Jawa dan Sumatra.

Pendapat tersebut diperkuat oleh H. Djohansyah, yang menilai pengurus futsal Tanah Laut selama ini kurang peka melihat potensi Aulia Rahman. Ia menyebut, selain berpengalaman, Aulia Rahman juga telah mengantongi lisensi kepelatihan AFC Level 1, yang menjadi modal penting dalam pembinaan futsal profesional.

“Beliau sudah lama berjuang membesarkan nama Tanah Laut. Saat ini melatih di SMAN 4 Banjarbaru dan dalam waktu singkat mampu menorehkan prestasi membanggakan. Bahkan di ajang STIEPAN Cup, tim asuhannya berhasil meraih Juara 1 dan masuk tiga besar kategori SMA,” jelasnya.

Aspirasi serupa disampaikan Anang, perwakilan anak muda Tanah Laut, yang berharap Bupati Tanah Laut turun langsung mengevaluasi kondisi futsal daerah. 

Ia menegaskan bahwa generasi muda ingin berprestasi dengan kekuatan putra daerah, bukan bergantung pada pemain dari luar.

“Kami ingin membawa nama Tanah Laut ke tingkat nasional. Bang Aulia Rahman dikenal sebagai pelatih yang total, berpengalaman, dan tidak memperhitungkan honor selama diberi kesempatan melatih,” katanya.

Menutup pernyataannya, H. Djohansyah mengajak seluruh pihak menjadikan kegagalan Porprov 2025 sebagai pelajaran berharga.

 Ia berharap ada pembenahan serius ke depan serta memberi ruang bagi Aulia Rahman untuk menjadi bagian dari kepengurusan sekaligus pelatih futsal Tanah Laut demi meraih prestasi yang lebih baik. (na)

NASIONAL

EKONOMI BISNIS