Gagal Berangkat ke Timur Tengah, Lima CPMI Asal HSS Dipulangkan



SOALRAKYAT.COM, BANJARMASIN- Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam melindungi warga negara dari praktik penempatan pekerja migran ilegal. Sebanyak lima Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan dipulangkan setelah berhasil dicegah dari dugaan percobaan penempatan nonprosedural sebagai penata laksana rumah tangga ke Arab Saudi.

Kelima CPMI tersebut disambut setibanya di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Selasa (4/2/2026), dengan pendampingan dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta petugas BP3MI Kalimantan Selatan.

Pemulangan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang diterima pada 19 Januari 2026, setelah tiga CPMI asal Kalimantan Selatan ditemukan terlantar di wilayah Bogor, Jawa Barat.

 Hasil pendalaman mengungkap bahwa para korban direkrut untuk bekerja ke Arab Saudi melalui jalur tidak resmi..

Dari keterangan korban, diketahui total terdapat 13 CPMI asal Kalimantan Selatan yang direkrut oleh terduga calo berinisial M atau Mj, warga Kabupaten Tanah Laut. Para CPMI diberangkatkan dari Banjarmasin menuju Surabaya, kemudian ke Jakarta dan Bogor, serta ditampung di sejumlah lokasi tanpa kejelasan dokumen, perusahaan penempatan, maupun jadwal keberangkatan.

Selama berada di penampungan, para CPMI tidak mendapatkan kepastian kerja. Bahkan saat menyatakan keinginan membatalkan keberangkatan, mereka justru mendapat tekanan dan ancaman denda, sehingga tidak berani pulang karena keterbatasan ekonomi.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, BP3MI Kalimantan Selatan berkoordinasi dengan KP2MI/BP2MI Pusat dan BP3MI Banten untuk melakukan penelusuran dan penyelamatan secara bertahap. Hingga kini, 11 dari 13 CPMI berhasil dipastikan selamat. 

Tiga orang telah dipulangkan lebih awal, tiga dijemput keluarga, dan lima lainnya yang berasal dari Hulu Sungai Selatan sebelumnya menjalani pelindungan serta pemulihan di shelter BP3MI Banten sebelum dipulangkan ke daerah asal.

Sementara itu, satu CPMI dilaporkan melarikan diri dan satu lainnya diketahui telah lebih dulu berangkat ke Arab Saudi sebelum upaya penyelamatan dilakukan. Total CPMI asal Hulu Sungai Selatan dalam kasus ini berjumlah tujuh orang dan masih terus dipantau. (na)

NASIONAL

EKONOMI BISNIS