Memikul Tiang Listrik di Lereng Gunung, Kisah Inspiratif Petugas PLN Nusa Daya Asal Banjarbaru

 



SOALRAKYAT.COM, BANJARBARU  Bencana banjir bandang yang menerjang Aceh Tengah pada penghujung 2025 tidak hanya meluluhlantakkan permukiman warga, tetapi juga memutus jaringan listrik di sejumlah wilayah. 

Di tengah kondisi tersebut, para petugas PLN Nusa Daya hadir membawa secercah harapan, salah satunya Sukma Kelana Putra, personel Pelayanan Teknik (Yantek) asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Bersama tim gabungan PLN, Sukma menjalankan misi pemulihan kelistrikan selama hampir dua pekan di wilayah Takengon dan sekitarnya. 

Perjalanan menuju lokasi bencana pun tidak sederhana. Ia harus menempuh rute panjang dari Banjarmasin menuju Jakarta, dilanjutkan ke Medan, sebelum akhirnya tiba di Bandara Rembele, Aceh Tengah.

Sesampainya di lokasi, pemandangan yang terlihat begitu memilukan. Jalan-jalan terputus, jembatan ambruk, rumah warga rusak akibat terjangan banjir, sementara longsor masih mengancam di sejumlah titik.

"Begitu tiba, kami langsung melihat kondisi yang sangat memprihatinkan. Jalan putus, jembatan rusak, rumah-rumah hancur, dan longsor ada di mana-mana," ujar Sukma mengenang pengalamannya.

Kerusakan infrastruktur menyebabkan pasokan listrik terhenti total. Banyak tiang listrik tumbang setelah diterjang longsor dan tertimpa pohon besar, sehingga ribuan warga harus menjalani hari-hari tanpa penerangan.

Menurut Sukma, kehadiran tim PLN disambut penuh harapan oleh masyarakat yang mendambakan listrik kembali menyala.

"Warga hanya ingin listrik segera pulih. Itu menjadi harapan terbesar mereka setelah bencana," katanya.

Tantangan terbesar justru muncul saat proses perbaikan dimulai. Banyak lokasi tidak bisa dijangkau kendaraan maupun alat berat karena akses jalan terputus. 

Kondisi itu memaksa para petugas mengangkut tiang listrik secara manual melewati medan berbukit sebelum memasangnya secara bergotong royong.

Pekerjaan yang biasanya dibantu alat berat kini sepenuhnya mengandalkan tenaga, kekompakan, dan semangat para petugas di lapangan.

Di tengah ancaman longsor susulan dan medan yang berat, tim tetap bekerja tanpa mengenal lelah hingga jaringan listrik berhasil dipulihkan.

Keberhasilan itu menjadi momen yang mengharukan bagi warga. 

Lampu kembali menyala, aktivitas masyarakat mulai pulih, bahkan suara azan kembali terdengar melalui pengeras suara masjid setelah sebelumnya kawasan tersebut sempat gelap gulita.

"Alhamdulillah listrik kembali menyala. Suara azan kembali terdengar. Sebelumnya warga hanya mengandalkan lilin untuk penerangan dan memasak menggunakan kayu bakar," tutur Sukma.

Kisah Sukma menjadi cerminan dedikasi para insan PLN Nusa Daya yang selalu siap hadir di lokasi bencana untuk memastikan masyarakat kembali menikmati layanan listrik.


 Di balik setiap cahaya yang kembali menerangi rumah-rumah warga, terdapat perjuangan para petugas yang rela menembus medan sulit, memikul tiang listrik, hingga bekerja tanpa henti demi menghidupkan kembali harapan masyarakat yang terdampak bencana. (Nanang)

NASIONAL

EKONOMI BISNIS